Nunsewu, Hargo Dumilah


View Lawu dari perbatasan Karanganyar - Magetan
View Lawu dari perbatasan Karanganyar – Magetan

Yay! Sama sekali tidak menyangka kalo celetukan saya beberapa minggu sebelum perjalanan kemarin terlaksana juga. Berawal dari keluh kesah saya tentang kerinduan membuncah menjejak tanah 3000meter-diatas-permukaan-laut, syahdu angin dan elegi embunnya, tanggal 31 Mei kemarin menjadi awal perjalanan saya menuju perbatasan provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah; Magetan.

31 Mei 2015
09.00 WIB, Terminal Purabaya (Bungurasih)
Meeting point kami bertiga; Saya, mas Obenk dan mba Mamen. Yak, kali ini memang perjalanan super dadakan yang baru tercetus tadi malam :’v *serius, ini ga bisa ditiru* Bukan maksud kami meremehkan, sama sekali. Untunglah beberapa bulan terakhir ini saya mencoba mendisiplinkan diri untuk lari pagi 2x seminggu dengan jarak 3km (di hari biasa) dan Β±7km (di weekend). Okeh, kembali ke topik awal πŸ˜‚

Bus yang kami tumpangi adalah bus Mira jurusan Solo namun tujuan kami turun di Terminal Maospati. Untuk perjalanan Β±4.5jam perjalanan, karcis ditarik 28ribu rupiah.
Sepanjang perjalanan tak ada hentinya mulut kami menghabiskan camilan..

13.00 WIB, Terminal Maospati
Satu kata yang terucap saat pertama kali menginjakkan kaki disini; Sepi. Hanya terlihat beberapa angkot dan beberapa bus mini yang ngetem menunggu penumpang.
Kami memutuskan untuk singgah dahulu di Masjid Al-Ikhlas untuk menjamak sholat Dhuhur dan Ashar mengantisipasi perjalanan molor karena masih harus oper 2x.

image

image

Perjalanan dari terminal Maospati sampai terminal Magetan Β±30 menit saja menggunakan bus mini. Ongkos 8ribu rupiah.

14.30 WIB, Terminal Magetan
Sembari menunggu penumpang penuh, kami melengkapi logistik beberapa botol air mineral dan njajan pentol mengobati kebosanan #alibi
Kurang lebih 30 menit menunggu, akhirnya jalanlah angkot kami menuju Cemoro Sewu. Sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan luar biasa indah.

16.00 WIB, Cemoro Sewu
Sampai di pos perijinan, sudah ramai pendaki yang turun terseok-seok (untuk selanjutnya saya baru mengerti kenapa mereka terseok.hihi) Ya, hanya beberapa rombongan yang akan start senja ini (entah nanti malam).
Packing ulang – registrasi (10ribu rupiah sertakan fotokopi identitas) – persiapan tracking.

17.00 WIB, Start Cemoro Sewu
Usai berdo’a sejenak, kami bertiga memulai perjalanan di jalur yang terbilang sudah menjadi jalur wisata ini. Batu-batu yang ditata sedemikian rupa menjadi tangga menjadi trek keseluruhan jalur yang akan kami lalui.
Oiya, perjalanan kami senja ini ditemani bulan (hampir) purnama dan langit cerah lho. Cantik! Beberapa menit berjalan, ada satu pendaki solois dari Tegal bernama mas Umar yang kemudian meminta bergabung dengan kami bertiga πŸ˜€
45 menit berjalan, kami memutuskan berhenti di pos bayangan yang terdapat sumber air bersih untuk berwudhu dan melaksanakan kewajiban 3 raka’at.
Di pos ini, ada satu tenda berdiri yang ternyata hanya berisi satu solois juga yang mengaku sebelum kesini, dia baru usai menyepi di Arjuno selama 2 bulan lho! *btw, percakapan kami hanya saling bersahut-sahutan, karena beliau tetap di dalam*

..sementara Jalak Lawu mulai mengiringi perjalanan kami..

zzzzzrrrrttttt
Ternyata perjalanan 5 jam (menurut artikel yang saya baca di internet) sampai pos 5 via Cemoro Sewu hanya hoax belaka :v (bagi kami bertiga yang sudah lama tidak mendaki 3000mdpl keatas). Kenyataan di lapangan, total waktu yang kami tempuh sampai pos 3 adalah 6.5 jam! *Lu jalan apa ngesot woy πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚*

23.30 WIB, Pos 3
Sepanjang perjalanan, tidak kurang-kurang kami menyuruh mas Umar jalan duluan mengingat kami bertiga terlalu santaaai, namun dia selalu menolak. Akhirnya ketika kami memutuskan untuk ngecamp di pos 3, mas Umar memilih untuk ikut rombongan lain yang akan summit malam itu. Selamat jalan, mas Umar πŸ˜€
Setelah direnungkan, kami bertiga memang butuh sekali istirahat. Maklum, perjalanan mulai pagi dari Surabaya tanpa jeda langsung tancap gas tracking medan berbatu yang lebih kejam daripada medan tanah.hihi

Usai menunaikan 4 raka’at di bawah sinar rembulan, tanpa ritual membuat (minuman) anget-anget, ngemil roti sisa tadi siang akhirnya kami langsung merangsek kedalam sleeping bag masing-masing.
Beberapa kali terbangun karena suara berisik pendaki yang baru naik dan kebelet pipis tentunya -_-

01 Juni 2015
05.00 WIB
Dua raka’at syahdu mengawali pagi, mencharge ulang semangat hari ini. Sengaja hanya membawa dan memasak mi instan untuk sarapan, menyisakan beberapa ruang untuk nasi pecel sebelum puncak nanti.

07.00 WIB, start menuju pos 4
Lanjooot! Di tengah perjalanan kami berpapasan dengan serombongan etnis cina berbagai usia. Yang membuat salut, ada satu kakek dengan penuh semangat berjalan menuruni anak tangga ditemani sang porter. Menurut tebakan saya sih, usia kakek tersebut kurang lebih 70 keatas. Salut!

08.20 WIB, pos 4
Istirahat sejenak, memulihkan tenaga. Kabut.

09.45 WIB, pos 5
Sampai disini sudah ada beberapa tenda dan warung milik penduduk. Sempat menyapa dan berbincang sebentar dengan bapak ibu pemilik warung yang memiliki anak dengan usia tak lebih dari 2 tahun. Namanya Dinda, sekecil itu hidup di ketinggian Β±3.100mdpl. Anak kuat!

image

Lanjut menuju Sendang Drajat.

10.00 WIB, Sendang Drajat
Sesuai dengan namanya, Sendang Drajat merupakan sumber air bersih. Kami mengisi beberapa botol untuk persiapan summit dan perjalana turun nanti. Disini juga ada satu warung berdiri. Kami memutuskan untuk makan (agak) siang, memesan nasi pecel ala Lawu. Sepiring nasi dengan sawi putih rebus yang diguyur bumbu kacang, krengseng tahu, dan dua potong tempe goreng. Nikmat.
Oiya, saya juga berkenalan dengan satu bocah laki-laki yang tanpa malu-malu langsung berbaur dengan kami. Namanya Diki, hobi main bola dan berfoto dengan gaya 3 jari πŸ˜€
Ngomongnya ceplas ceplos polos dengan logat khas Jawa kulonan yang kental.
Seporsi nasi pecel plus sebungkus kerupuk 11ribu saja πŸ˜€

image

10.45 WIB, summit attack
Tenaga sudah terkumpul, waktunya summit! Btw, walaupunΒ  perjalanan kami siang hari tapi minim panas, kabut mulu soalnya.hihi

11.30 WIB, Hargo Dumilah (3.265 mdpl)
Alhamdulillah, ya Allaaah~
Bayangan saya sebelumnya; puncak Lawu itu luas, ada warung Mbok Yem yang katanya ramai pendaki dan tugu tinggi penanda puncak ternyata salaaah. Di puncak hanya ada tugu penanda dengan relief merk buku terkenal K*k* di salah satu sisinya. Trus warung Mbok Yemnya manaaa? Ternyata dari Sendang Drajat tadi harus turun dulu memutar, pemirsaaa. Alhasil kami hanya ‘menikmati’ warung Mbok Yem dari atas. Haduh, kapan-kapan saja ya, Mbok Yem πŸ™‚

12.00 WIB, perjalanan turun
Mengabadikan momen seperlunya sudah, mengisi perut sudah, begejekan sudah, saatnya turun! Okeh, rencana kami turun via Cemoro Kandang. Puncak sampai pos 5 hanya memakan waktu sekitar 30 menit saja. Ada tanah cukup lapang untuk beristirahat sejenak dan buang air kecil. Lanjut pos 4.

13.30 WIB, Pos 4 (Cakrasurya)
Tak tahan melihat tanah lapang, langsung gulung-gulunglah kami bertiga disini. Ada shelter berdiri yang gelap dan lembab *saya ga berani masuk* namun sepertinya sangat hangat jika untuk ngecamp di malam hari.

Usai beberapa menit melepas penat, lanjutlah kami menuju pos 3..

15.00 WIB, pos 3

to be continued. sekalian dokumentasinya ntaran yaaa
capek ngetik di hape πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Advertisements

Published by

NF Palestine Turmudzy

A wanderer. A freelancer. A fulltime-dreamer.

2 thoughts on “Nunsewu, Hargo Dumilah”

  1. Ada dua warung seingat saya di deket puncak, warung Mbok Panut di Sendang Drajat, sama Mbok Yem di Hargo Dalem πŸ˜€

    1. Berarti warung tempat saya ‘andok’ kmaren milik Mbok Panut, mas Rifqy. Saya cuma kenalan sama putra beliau; Diki yg jawabannya selalu ‘Gaaah aku’ kalo saya ajak pulang ke rumah saya.hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s