Tags

, , , ,


image

Jogja!

Okay, perjalanan kali ini sebenarnya bukan backpacking. Perjalanan kali ini berlabel gratisan karena memang ‘dipaksa’ ayah (untuk ikut acara tahunan keluarga besar SMP tempat ayah mengajar), mengingat saya yang ga bisa diam sekalian ngemong sang adik. Ok fine.

22 Desember 2015
Kami berangkat dengan jumlah rombongan 3 bus pariwisata. Yup, jamaah travelling. Bukan backpacking, namun kami juga tidak memakai jasa travel agent. Transport, akomodasi, sampai itinerary sudah disiapkan sendiri oleh panitia (baca: teman-teman ayah)
Setelah ruwet menunggu tetek bengek ‘jamaah’, akhirnya bus berangkat pukul 8 malam..

23 Desember 2014
3:00 WIB
Karanganyar. Mengisi bahan bakar (sebelum blusukan di GunungKidul) sekaligus sekedar menuntaskan hajat mengingat perjalanan panjang ber-AC semalaman.

4:15 WIB
Sampai di rumah makan Grafika, Sleman, Jogjakarta. Saya langsung menyerbu kran musholla dan segera melaksanakan kewajiban 2 raka’at. Seusainya, ritual rutin tiap pagi dan sekedar menggosok ampas tubuh dengan air segar usai ±8 jam perjalanan. Pipis 1000, mandi 2000 😝😂
Sebenarnya perut sudah keroncongan, tapi makanan masih akan siap pukul 6 atau 7. Untuk mengalihkan rasa lapar, saya memutuskan berjalan-jalan di sekitar rumah makan, mencari colokan untuk mengisi daya baterai hape yang sudah sekarat. Ternyata di samping kanan rumah makan ada sebuah warung yang saya paksakan menyediakan colokan. Saya beranikan diri menumpang colokan kepada ibu pemilik toko dan membeli beberapa jajanan. Mengurangi sedikit rasa sungkan 😂😁
Beberapa menit kemudian, datanglah seseorang menitipkan gorengan di toko sang ibu. Awalnya saya kira seperti biasanya gorengan semacam pisang goreng atau tahu isi, ternyata dugaan saya salah. Yang dibawa adalah sekotak penuh tahu bacem yang kemudian saya santap ditemani segelas kopi. Bahagia itu sederhana.

image

sumpah, ini enak banget!

Sarapan siap pada pukul 6 lebih beberapa menit. Masih lebih nikmat tahu bacem tadi sebenarnya.hihi

Satu jam kemudian kami sudah berangkat meninggalkan rumah makan menuju tujuan pertama. GunungKidul!

image

cantik, tapi sudah mulai ramai 😓

image

Pantai Indrayanti a.k.a. Pulang Syawal dari atas bukit karang

Walaupun jaraknya hanya berselisih bukit karang yang tidak terlalu panjang, pantai Somandeng ini masih sepi. Kalo dilihat dari atas bukit karang keliatan kontras banget. Njomplang.

image

view Pantai Somandeng dari bukit karang

Akhirnya setelah turun dari bukit karang, saya langsung keluar dan berbelok menuju Somandeng. Sebenarnya disini juga sudah banyak warung dan tenda yang berjejer, tapi entah kenapa wisatawan lebih suka nggerumbul dan tumpah ruah di Indrayanti. Hanya terlihat beberapa orang wisatawan yang asik berpose dengan tripod anak muda kekinian; tongsis, sambil berteduh di tenda yang memang disewakan sepanjang pantai.

image

this is private!

Sekitar pukul 11, kami meninggalkan Indrayanti menuju penginapan di sekitar Malioboro. Jalanan kota Jogja penuh sesak. Maklum, liburan menjelang Natal dan Tahun Baru. Karena ada sedikit miss, bus kami berputar-putar mencari alamat hingga sekitar pukul 3 sore kami baru sampai di hotel yg ternyata ada di Jl. Pringgokusumo.
Cacing di perut sudah berteriak ga karuan ._.

Sore sampe malam di Malioboro, kemudian istirahat, menunggu besok pagi. Itinerary besok sih ke Taman Pintar..

Keesokan harinya..
Saya yang dari awal penasaran sama Benteng Vredeburg, sama sekali ga menyangka kalo ternyata benteng dan Taman Pintar bersebelahan 😝😂 Kebetulan banget deh, dapet dua-duanya.haha

image

pintu masuk Museum Benteng Vredeburg

image

beberapa scene dlm diorama dan patung kuningan ibu Fatmawati

image

ada juga game interaktif untuk anak-anak 😀

image

Jogja Never Ending Asia :')

image

sampek ketemu maneh, dab!

Selamat mengeksplor! 😀

Advertisements