Mengintip Majapahit


image
Megah πŸ™‚

Bertemu patung budha tidur terbesar di Indonesia dan ketiga setelah patung budha tidur yang ada di Thailand dan Nepal hingga menelisik jejak kejayaan Majapahit di waktu lampau. Seperti apa sekarang?

Sabtu, 20 September 2014.
Dua bulan usai Ramadlan, akhirnya perjalanan wisata sejarah dimulai lagi. Yay!
Entahlah, tapi saya selalu excited mengunjungi dan mengamati tempat-tempat bersejarah dan kebudayaan *sok nasionalis lu, pal*. Untungnya mas Obenk pun setia mengantarkan kemanapun *yah, walopun dengan menahan kantuk.haha*

Okeh, tujuan kali ini adalah Trowulan, Mojokerto. Destinasi dadakan yang sebenarnya sih sudah diincar sejak lama πŸ˜€

Meeting point kami (saya dan Mas Obenk) di pertigaan Kejapanan. Sekitar pukul 8.30 pagi, kami langsung tancap gas menuju kecamatan Trowulan.

Trowulan adalah sebuah kecamatan di kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Kecamatan ini terletak di bagian barat kab. Mojokerto, berbatasan dengan wilayah kab. Jombang. Trowulan terletak di jalan nasional yang menghubungkan Surabaya – Solo.

Di kecamatan ini terdapat puluhan situs berupa bangunan, temuan arca, gerabah, dan pemakaman peninggalan kerajaan Majapahit. Diduga kuat, pusat kerajaan berada di wilayah ini yang ditulis oleh Mpu Prapanca dalam kitab Kakawin Negarakertagama dan dalam sebuah sumber Cina dari abad ke-15. Trowulan dihancurkan pada tahun 148 saat Girindrawardhana berhasil mengalahkan Kertabumi. Sejak saat itu ibukota Majapahit berpindah ke Daha.

Penelitian dan penggalian di Trowulan pada masa lampau dipusatkan pada peninggalan monumental berupa candi, makam, dan petirtaan (pemandian). Belakangan ini penggalian arkeologi telah menemukan beberapa peninggalan aktivitas industri, perdagangan, dan keagamaan, serta kawasan pemukiman dan sistem pasokan air bersih. Semuanya ini merupakan bukti bahwa daerah ini merupakan kawasan pemukiman padat pada abad ke-14 dan 15. (sumber: Buku Tematik Terpadu untuk kls IV)

Β±1.5 jam perjalanan, sampailah kami di Maha Vihara Majapahit yang terletak di Desa Bejijong. Aksesnya terbilang mudah. Dari arah Jombang maupun Surabaya, anda tinggal turun di depan gedung BP3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala). Gapura menuju Ds. Bejijong ada di seberangnya, kurang lebih 1km ke dalam.

image
Sssstt, ada yang lagi tidur.hihi
image
nampang punggung doang seperti biasa xD

Dari Maha Vihara Majapahit, kita dapat meneruskan perjalanan ke Candi Brahu Β±1 km ke arah utara.

image
Selamat datang di Candi Brahu πŸ™‚
image
Megah πŸ™‚

Masih satu jalur dengan Candi Brahu, ada Candi Gentong yang tinggal puing-puing. Atap joglo rendah menaungi sisa-sisa bata yang berserakan *sayangnya kami hanya lewat tidak sempat mendokumentasikannya.hehe*

Dari Candi Gentong, lurus saja kemudian belok kanan, kita akan menemukan perempatan menuju kompleks sejarah (Museum Majapahit, Kolam Segaran, dll).

Berhubung dana mepet, kami tidak masuk ke Museum Majapahit. Cukup menikmati pemandangan di sekitar Kolam Segaran yang terletak tepat di depan museum.

image
Kolam Segaran. Cuaca lagi mendung galau -_-

Dari Kolam Segaran, jika kita belok kiri Β±500 meter terdapat belokan ke kanan menuju Candi Minak Jinggo. Kondisinya tak jauh beda dengan Candi Gentong..

image
Tinggal puing-puing yang berbisik..

Kembali ke Kolam Segaran, kami melanjutkan perjalanan menuju Candi Bajang Ratu. Dari Segaran Β±500meter kita akan menemukan pertigaan. Ada plang hijau besar menunjukkan Candi Bajang Ratu dan Candi Tikus Β±2km ke utara (belok kiri).

image
Selamat datang di Candi Bajang Ratu πŸ™‚
image
Cantik πŸ™‚

Cuaca hari itu cukup membuat gerah. Maklumlah, dari pagi mendung menutup rapat. Pengap. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Candi Tikus, kami menunaikan sholat Dhuhur dahulu di sebuah masjid kecil setelah Bajang Ratu.

image
Selamat datang di Candi Tikus πŸ™‚
image
Candi Tikus (tampak depan)

Candi Tikus merupakan destinasi terakhir kami yang notabene masih banyak yang belum sempat dikunjungi. Masih ada Candi Wringin Lawang yang terletak hanya 100meter dari jalan utama (belokan sebelum kompleks Museum Majapahit), petilasan Majapahit, dll.

Mari selalu ingat dan lakukan ya, dimanapun πŸ™‚
image
Mari selalu ingat dan lakukan ya, dimanapun πŸ™‚

Tunggu kami di kesempatan selanjutnya, tanah Majapahit!
Selamat mengeksplor! πŸ™‚

Advertisements

Published by

NF Palestine Turmudzy

A wanderer. A freelancer. A fulltime-dreamer.

2 thoughts on “Mengintip Majapahit”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s