Candi Tawangalun: Yang Terlupa


image
salah satu sudut Candi Tawangalun

Seperti biasa, acara ngluyur sekaligus quality time di hari libur kali ini masih belum ada tujuan pasti. “Yang penting keluar dulu, Ai,” kata-kata ampuh Mas Obenk pun keluar yang selalu saya amini.

Daripada gajelas, Mas Obenk ngajak saya ke warnet buat promosiin dagangannya; mencit alias tikus (jepang) putih yang biasanya buat pakan predator macam reptil dan BoP. Dari sekitar pukul setengah 10 sampai..

Karena masih belum ada tujuan pasti dan matahari merangkak naik keatas ubun-ubun membuat cacing-cacing di perut berdisko. Akhirnya kami berdua memutuskan untuk makan bakso langganan di Warung Bakso H. Kasan di daerah Pecantingan Sidoarjo (deket Lingkar Timur). Kenapa langganan disini? Selain karena baksonya yang enak, porsi disini juga ‘lumayan kuli’ dengan tahunya yang menggoda plus murah, 8ribu perak.

Setelah melahap bakso ditambah goreng dan lontong yang hampir bikin perut pecah, *lebay -_-* meluncur ke masjid deket situ buat sholat Dhuhur.
Usai sholat, kami masih belum juga dapet tujuan pasti alias ngeblank. Panas yang sangat terik, menggoda kami untuk menikmati es tebu di depan masjid. Aah, segarnya..

Akhirnya kami duduk-duduk di teras tempat praktek dokter samping masjid yang lagi tutup. Nah, langsung keinget Candi Tawangalun (selain Candi Pari dan Sumur) yang tadi kami dapet dari browsing di web pemkot Sidoarjo. Cus deh, segera cek alamatnya di gugelmaps. Yihaaaa berangkat!

±1 jam perjalanan..

image
Selamat datang di Candi Tawangalun!

Candi Tawangalun ini terletak tepat di belakang gedung Akademi Perikanan Sidoarjo, Desa Buncitan, Sedati. Dibangun dengan batu bata merah khas kerajaan Majapahit.
Bangunan Candi Tawangalun ini cuma tinggal bagian bawah sebagai pondasi walopun beberapa sudut masih sedikit menggambarkan bentuk candi, kliatan banget kalo pemerintah setempat kurang memberi perhatian untuk mengelolanya menjadi jujugan wisata sejarah (minimal merawat lah).

image
prihatin ya 😦
image
diambil dari beberapa sudut
image
sumber lumpur dan belerang sekitar candi
image
tingkah Mas Obenk aja kalah sama saya -_-

Candi Tawangalun ini terpencil dan berdiri di tengah kawasan semacam sabana luaaas. Berasa di Afrika. Suasanya bikin pengen maen layangan melulu. Sumpah keren! *mulai lebay -_-*

image
luasnyaaaaa. jadi pengen maen layangan :3
image
ada kuburan cina nyempil juga.hehe
image
area tambak bak oase di tengah gurun pasir

Di sekitar situ sumber lumpur harus diwaspadai kalo ga pengen kaki ndelesep ±30senti lebih dalam berkubang lumpur seperti saya. Mas Obenk cuma bisa ketawa walopun sambil nolongin saya keluar dari situ dan narik sendal gunung Rei saya yang masih tertancap kuat -_-

image
apesss. untung pas nyebur ga kepoto -_-

Candi Tawangalun memang tidak sepopuler Candi Pari dan Candi Sumur di Porong (bahkan beberapa teman saya yang tinggal situ malah mengaku baru tau dari info saya ini ._.). Candi ini malah lebih populer di masyarakat sebagai tempat mencari nomor togel. Miris? begitulah. Kondisi yang cukup tandus membuat kehidupan masyarakat sekitar menampung air hujan dan membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Lagi-lagi peran pemerintah dipertanyakan.

image
jalan trooos!

Selamat mengeksplor!

Advertisements

Published by

NF Palestine Turmudzy

A wanderer. A freelancer. A fulltime-dreamer.

2 thoughts on “Candi Tawangalun: Yang Terlupa”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s