Penanggungan, untuk kesekian kalinya..


image
view Penanggungan dari jendela kamar mandi rumah. Eksklusif sekali, bukan? 🙂

Yap. Penanggungan lagi, Penanggungan lagi.

Ga bosen,Paals??

Hahaha alhamdulillah engga, sekalipun treknya masih ‘wow’ menurut saya. Hampir 3 tahun terakhir ini saya dan Mas Obenk wajib kesana selagi sempet. Kangen sama Bu Indah; penjaga pos perijinan sekaligus warung yang selalu ceria itu juga sih, hehe.
Sabtu kemarin (19/04) kesana, Bu Indah yang biasanya memanggil kami berdua dengan sebutan ‘Idola’, sudah diganti lagi dengan sebutan ‘Rama & Shinta’ *sekejap brasa paling cantik. Hahay!*
Sekitar pukul 9 pagi kami sampai di warung Bu Indah yang selalu jadi jujukan para pendaki.
Dari kejauhan, Bu Indah yang sedang duduk bersama tamunya melihat saya dan Mas Obenk naik Sukro sambil nyungir. Rupanya beliau sudah hafal dengan rupa bak gembel seperti kami.hihi
Setelah hampir 30menit bersua dengan Bu Indah dan mengepak logistik yang hanya berupa raincoat, 2 botol pinjaman berisi 1.5lt air minum yg diisi dari tandon belakang warung Bu Indah, beberapa wafer coklat, dan peralatan sederhana survival yang selalu ada di dalam tas, kami segera memulai perjalanan.

9.30 WIB
Penanggungan kemarin cukup ramai pendaki, mengingat kemarin adalah long weekend. Kebetulan juga Mas Obenk libur kerja pas hari Sabtunya. Penanggungan tumpah ruah oleh pendaki. Katanya sih, sekalian merayakan Hari Bumi yang sebenarnya peringatannya masih besok, tanggal 22 April.
Yah, walopun 2 minggu ini hampir 3x seminggu latian fisik sendiri, saya masih saja keblinger sama trek Penanggungan -_-

11.30 WIB
Sekitar 2 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di puncak bayangan. Alhamdulillah, setidaknya kami masih bisa mempertahankan waktu normal kami *walopun saya sendiri tadi sempet kelenger* hihi
Oiya, di pos sebelum bayangan tadi, ga nyangka ketemu sama Bitchy yang ternyata juga abis muncak sama Andik, Jambon, dkk. Oalah, mbulet ae wes xD
Di puncak bayangan sudah ramai tenda pendaki. Saya sama Mas Obenk yang emang cuma niat ‘jalan-jalan’, rebahan di atas rumput yang mulai mengering sambil ngemil dan ngobrol intim cieeee xD
Kurang lebih satu jam kami melepas penat sambil ngobrol dengan rombongan adik-adik Smegridapala, akhirnya kami mutusin buat segera turun.

12.30 WIB
Saatnya turun!
Sebenarnya ini bukan kali pertamanya kami tektok di Penanggungan. Bulan kemarin kami juga langsung pulang mengingat saya yang sudah ga boleh naik gunung -_-
Di perjalanan pulang kami sempat menyusul pendaki yang sudah turun sejam sebelum kami tadi. Sekitar 1.5jam, akhirnya sampailah kami di warung Bu Indah lagi 🙂

14.30 WIB
Bu Indah menawari kami ‘Es Jamu Seger’; menu baru di warungnya. Pas disajikan.. ‘Jreeeng’ ternyata yang muncul adalah segelas besar jamu beras kencur yang disajikan dengan es batu. “Wuiiiih. kalo ini porsi kuli, buuuk” kata saya ke Bu Indah yang kemudian tertawa lepas.
Sambil menikmatinya, saya dan Mas Obenk ga dapat menahan diri untuk tidak main-main dengan 5 anak kucing lucu dan cantik, anak-anak dari Si Kanjeng Mami. Tak tanggung-tanggung, Bu Indah ternyata sudah menamai mereka; Yayuk, Ayu Ting-Ting, Dewi, dan 2 ekor lagi saya lupa.hehe

image
real man loves cat :3
Advertisements

Published by

NF Palestine Turmudzy

A wanderer. A freelancer. A fulltime-dreamer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s